Swing Trading

Swing Trading Indikator dan Cara Mengatasi Resiko

Pernah dengar istilah swing trading? Untuk sebagian orang yang telah aktif bermain saham pasti memahami benar dengan istilah ini, tapi tidak untuk mereka yang pemula. Sebetulnya apakah itu swing trading? Swing trading sebagai type trading yang memakai ide dasar “beli ke swing low, dan jual di swing high”. Teori swing trading ini terlihat gampang, tetapi pada prakteknya tidak segampang yang dipikirkan.

Swing Trading

Swing trading adalah taktik dalam trading saham yang memercayakan trend pada gerakan harga saham. beberapa pemain saham swing trading ini benar-benar memercayakan tren, karena untuk mereka tren is friend. Hingga dapat ditarik simpulan simpelnya ialah tren itu aspek terpenting untuk swing trading saham.

Swing trading bahkan juga jadi type trading paling susah karena tidak ada tanda yang jelas saat harga saham berada di bottom dan berada di pucuk, ke-2 keadaan ini sebetulnya masih juga dalam khayalan trader. Oleh karena itu, saat Anda memakai swing trading ini, Anda akan dipaksakan untuk berangan-angan mengenai status saham apa betul-betul telah berada di status bottom. Janganlah sampai Anda salah berfantasi dan menduga harga saham telah di status bottom, lalu Anda beli banyak saham, tapi harga malah makin turun.

Tips Mengatasi Resiko

Walau begitu, ada beberapa kiat yang bisa Anda kerjakan untuk meminimalkan resiko dari swing trading ini.

– Average Down

Proses peyuntikkan dana fresh untuk buka status buy sesudah harga buy jatuh dari harga awalannya ini disebutkan Average Down, seharusnya Anda menghindar ini karena Average Down akan membuat Anda alami rugi saat harga semakin menurun.

– Setop Loss

Kadang status trading yang telah kita perkiraan tidak sesuai realita, peristiwa semacam ini pasti berpengaruh pada rugi yang hendak Anda temui karena Anda tidak bisa menghindar keadaan ini sama sekalipun. Karena itu, Anda bisa mengaplikasikan Setop Loss yang minimal akan menolong Anda meminimalkan rugi yang terjadi.

👉 TRENDING:  Trading Gold - Cara Simple Tetapi Akurat

Bermain saham ini memerlukan taktik yang pas supaya keuntungan dapat cepat Anda alami. Karena itu, seharusnya Anda pelajari langkah investasi saham yang betul dan pilih perusahaan sekuritas terbaik sebagai faksi yang memperantai Anda saat bermain saham di Bursa Dampak.

Indikator

Oke, kita langsung pada ulasan 3 tanda swing trading yaitu Moving Average (MA), MACD, dan kombinasi Price Action dan Volume.

1. Moving Average (MA)

Moving Average ini dapat disebutkan sebagai tanda kekinian yang paling dahulu dari semua beberapa indikator teknikal kekinian yang lain. Pangkalannya cuman memakai rerata harga dalam sekian hari kebelakang, hingga bisa dibuat harga rerata paling akhir dan bisa memberinya info tren harga saham tertentu.
Moving Average tersebut ada banyak variasinya, pengembangannya macem-macem, dimulai dari Sederhana Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), sampai pada Weighted Moving Average (WMA).

2. MACD

MACD atau disebutkan Moving Average Convergane Divergence sebagai penyempurnaan dari MA . Maka pada intinya MACD itu ialah turunan dari MA, karena dibuat berdasar MA tersebut.

Perbedaannya ialah MACD ini bisa mengetahui kecondongan akan ada pembalikan arah atau tren dari sebuah tren yang jalan. Hingga anda sebagai trader dapat lakukan penyiapan bila tren itu berbeda dan ada kesempatan buat anda tradingkan.

Simpelnya MACD ini lebih pas jadi konfirmator dari sebuah tren yang tercipta pad afase awalnya.

3. Price Action dan Volume

Tanda ketiga kalinya ini sebagai kombinasi, apabila anda mendapatinya karena itu selamat, harga mempunyai prosentase peningkatan tertinggi dan bisa saja jadi awalnya dari saham bagger.
Price Action sebagai fondasi dasar dalam analitis teknikal, tetapi bila dipertemukan dengan volume karena itu hasilnya akan powerfull.

👉 TRENDING:  Trading Saham - Tutorial Bagi Pemula